Kementerian Kebudayaan RI Anugerahkan Dua Penghargaan untuk Anjungan Sulawesi Barat di TMII

Jakarta — Anjungan Provinsi Sulawesi Barat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) kembali menorehkan prestasi membanggakan seperti pada tahun 2025 sebelumnya. Di tahun ini Anjungan Sulawesi Barat meraih dua penghargaan sekaligus dalam ajang Pradana Nitya Budaya 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Pada ajang tersebut, Anjungan Sulawesi Barat berhasil masuk 13 Anjungan terbaik dari 34 provinsi yang telah dinilai secara bertahap selama tiga hari. Selain itu, juga meraih penghargaan Hospitality Terbaik. Hospitality berfokus pada keramah-tamahan, pelayanan, dan kehangatan emosional positif bagi pengunjung.

Capaian ini menjadi bukti komitmen Anjungan Sulawesi Barat dalam menghadirkan pelayanan prima sekaligus menjaga eksistensi budaya daerah di tingkat nasional.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam kegiatan resmi yang digelar pada Jumat (01/05/2026) di kawasan TMII dan dihadiri sejumlah pejabat nasional, di antaranya Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa serta Wamen Pertahanan Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto

Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa penghargaan Pradana Nitya Budaya 2026 merupakan bentuk apresiasi bagi anjungan daerah di TMII yang menunjukkan keunggulan dalam pengelolaan, pelestarian budaya, dan pelayanan kepada pengunjung.

“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi bagi anjungan daerah TMII yang unggul dalam pengelolaan, pelestarian budaya, dan pelayanan pengunjung. Penghargaan ini juga diharapkan mendorong inovasi, pengukuran kinerja, serta efisiensi, sekaligus menjadi apresiasi atas peran pemerintah daerah dalam menjalankan dan menjaga budaya Nusantara,” ujar Fadli Zon.

Dalam ajang penghargaan Pradana Nitya Budaya 2026, beberapa anjungan daerah turut menerima penghargaan berdasarkan kategori penilaian. Untuk kategori Tata Pamer Terbaik, penghargaan diraih oleh Anjungan Provinsi Sumatera Selatan, sementara kategori Hospitality Terbaik berhasil diraih oleh Anjungan Provinsi Sulawesi Barat, dan untuk Resiliensi Terbaik di raih oleh Provinsi Jawa Timur. Adapun piala bergilir kembali diraih Provinsi Kalimantan Selatan, disusul pada peringkat kedua Provinsi Bali dan juara ketiga diduduki oleh Provinsi Jawa Tengah.

Penilaian dalam ajang ini dilakukan secara menyeluruh dengan fokus pada beberapa aspek utama, meliputi tata kelola anjungan, program budaya, SDM dan pelayanan, kondisi fisik bangunan, serta kolaborasi dan inovasi budaya. Dari seluruh aspek tersebut, Anjungan Sulawesi Barat berhasil menunjukkan performa yang memuaskan sehingga masuk dalam jajaran 13 besar anjungan terbaik nasional.

Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Gemilang Sukma, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan tersebut. Menurutnya, capaian ini bukan sekadar bentuk pengakuan atas pelayanan prima, tetapi juga representasi dari identitas budaya masyarakat Sulawesi Barat yang menjadikan keramahan sebagai bagian dari jati diri.

“Penghargaan ini menjadi kebanggaan bagi Sulawesi Barat. Selain kategori hospitality terbaik, masuk dalam peringkat 13 besar dari 34 anjungan adalah bukti bahwa kerja keras pengelolaan anjungan berjalan baik. Ini mencerminkan budaya Sulawesi Barat yang menjunjung tinggi keramahan dan pelayanan kepada tamu,” ujar Gemilang Sukma.

Ia menambahkan, capaian ini juga sejalan dengan semangat Pancadaya yang menjadi arah pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, yang menekankan penguatan nilai sosial, budaya, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian dari pembangunan daerah.

Sebagai salah satu anjungan daerah di TMII, Anjungan Sulawesi Barat terus berperan sebagai etalase budaya yang memperkenalkan kekayaan seni, adat, tradisi, serta potensi daerah kepada masyarakat luas.

Dengan penghargaan ini, diharapkan Anjungan Sulawesi Barat semakin memperkuat posisinya sebagai wajah budaya Sulawesi Barat di tingkat nasional sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, pelestarian budaya, dan inovasi program budaya daerah. (Rls)

You might like

About the Author: Seputar Sulbar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *