Seputar Sulbar, Mamuju – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat terus mengintensifkan langkah strategis untuk meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui rapat koordinasi pengumpulan data dukung Lembar Kerja Evaluasi (LKE) Pembangunan Zona Integritas yang dilaksanakan di Ruang Baharuddin Lopa, Kamis (19/2). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sistematis dalam memperkuat tata kelola pelayanan publik yang transparan dan akuntabel.
Rapat dipimpin Koordinator Tim Pelayanan Publik yang juga Kepala Bidang Pelayanan Administrasi Hukum Umum, Wardi. Ia menegaskan bahwa proses pengumpulan data dukung merupakan tindak lanjut atas arahan Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Sulbar, Saefur Rochim, agar seluruh eviden yang dipersyaratkan dapat dipenuhi secara optimal.
Menurut Wardi, penyusunan dokumen tidak boleh sebatas memenuhi kewajiban administratif. Ia meminta seluruh tim memastikan bahwa setiap data yang disiapkan benar-benar mencerminkan implementasi nyata pembangunan Zona Integritas di lingkungan kerja.
“Data dukung harus menggambarkan praktik pelayanan yang benar-benar berjalan. Penyusunannya juga harus sistematis dan sesuai format LKE agar memudahkan proses evaluasi,” tegasnya.
Hingga kini, Tim Pelayanan Publik telah mengamankan 11 dari total 21 data dukung yang dipersyaratkan. Sejumlah fokus pembahasan dalam rapat tersebut meliputi penguatan kualitas pelayanan agar selaras dengan standar operasional prosedur (SOP), pendokumentasian inovasi layanan yang memberikan kemudahan bagi masyarakat, serta inventarisasi eviden untuk mempercepat pemenuhan dokumen yang masih kurang.
Langkah ini menjadi bagian dari penguatan area perubahan dalam pembangunan Zona Integritas. Dengan koordinasi yang solid dan kerja terarah, Kanwil Kemenkum Sulbar optimistis mampu memberikan hasil maksimal dalam penilaian Zona Integritas tahun ini.
Upaya tersebut diharapkan bermuara pada terwujudnya birokrasi yang semakin bersih, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima di Sulawesi Barat.

