Seputar Sulbar, Mamuju – Mengawali masa kerja setelah cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Sulawesi Barat menggelar apel sekaligus silaturahmi secara virtual pada Rabu (25/3). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah, Saefur Rochim, dan diikuti oleh jajaran pimpinan tinggi pratama serta seluruh pegawai.
Dalam arahannya, Kakanwil Saefur Rochim memberikan apresiasi atas dedikasi seluruh jajaran yang tetap menjaga produktivitas meski dalam suasana Ramadan. Ia menekankan bahwa momentum Idul Fitri harus menjadi titik balik untuk meningkatkan soliditas internal.
”Idul Fitri adalah waktu yang tepat untuk saling memaafkan dan mempererat kebersamaan. Mari kita bawa semangat baru ini untuk memberikan pelayanan publik yang lebih optimal kepada masyarakat,” ujar Saefur.
Terkait kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang masih berlangsung pasca-lebaran, Saefur mengingatkan agar disiplin dan integritas tetap menjadi prioritas utama. Beliau menginstruksikan lima poin penting kepada jajarannya:
Akselerasi pelaporan dan dokumentasi tugas.
Optimalisasi penyerapan anggaran di setiap lini.
Pemastian kesiapan sarana dan prasarana pendukung kerja.
Penguatan koordinasi antar-divisi.
Menjamin kualitas layanan publik tidak menurun.
Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Hidayat Yasin, memaparkan bahwa berbagai program di bidang Administrasi Hukum Umum (AHU) dan Kekayaan Intelektual (KI) terus menunjukkan tren positif. Pihaknya berkomitmen untuk mempercepat penyelesaian permohonan masyarakat serta aktif melakukan pendampingan pendaftaran merek di wilayah Sulawesi Barat.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Divisi P3H, John Batara, menyoroti pentingnya sinkronisasi regulasi daerah, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan Kekayaan Intelektual. Ia juga melaporkan bahwa pelaksanaan Pos Bantuan Hukum (Posbankum) di Sulbar telah berjalan sesuai target, dibarengi dengan realisasi anggaran yang signifikan.
Pertemuan virtual tersebut juga menjadi ajang evaluasi untuk mempercepat capaian kinerja triwulan ini. Pimpinan menegaskan bahwa akurasi data dan kelengkapan administrasi adalah kunci dalam mempertahankan komitmen pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM.
Sebagai penutup, seluruh divisi diminta segera melakukan evaluasi internal dan menyusun laporan kegiatan agar target organisasi tahun 2026 dapat tercapai tepat waktu melalui pemanfaatan platform digital yang efektif.



