Sinergi ESI dan KONI Sulbar Perkuat Pembinaan Esports Menuju PON 2028

Seputar Sulbar, Mamuju — Pengurus Esports Indonesia (ESI) Provinsi Sulawesi Barat melakukan kunjungan silaturahmi ke Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sulawesi Barat, Jumat (28/8/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi sekaligus memaparkan rencana pelaksanaan kejuaraan esports yang akan digelar pada Oktober mendatang.

Dalam pertemuan tersebut, jajaran pengurus ESI Sulbar menyampaikan sejumlah agenda dan persiapan yang tengah dilakukan, termasuk mekanisme pelaksanaan kejuaraan, kesiapan atlet, hingga upaya pemetaan cabang olahraga yang memiliki potensi prestasi dalam Pra PON 2027 dan PON 2028.

Pengurus ESI Sulbar yang hadir terdiri dari Ketua ESI Provinsi Sulawesi Barat Romi Setiawan, Sekretaris, Bendahara, serta pengurus. Mereka mempresentasikan rencana kejuaraan sekaligus menyampaikan perkembangan pembinaan atlet esports di Sulawesi Barat.

Romi menegaskan bahwa kejuaraan yang akan dilaksanakan pada Oktober bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan dan identifikasi atlet potensial yang dapat dipersiapkan untuk menghadapi kompetisi pada level yang lebih tinggi yakni Pra PON 2027.

Menurutnya, persiapan harus dilakukan secara matang mulai dari proses identifikasi atlet, pembentukan tim, hingga kesiapan teknis dan administrasi. Hal tersebut penting agar Sulawesi Barat mampu memiliki atlet esports yang benar-benar siap bersaing dan membawa nama daerah.

ESI Sulbar juga menyampaikan bahwa sejumlah atlet yang ada saat ini telah memiliki sertifikat kompetensi pada tingkat nasional, bahkan terdapat dua atlet yang telah mengantongi sertifikasi bertaraf internasional atau dunia.

Potensi tersebut dinilai menjadi modal penting dalam membangun ekosistem esports Sulawesi Barat yang lebih profesional.

Sementara Ketua Umum KONI Sulbar, Syamsul Samad menyoroti pentingnya menentukan cabang olahraga dan nomor pertandingan yang memiliki kesiapan serta peluang prestasi. Keterbatasan anggaran menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan, sehingga program pembinaan dan dukungan terhadap cabang olahraga perlu dilakukan secara maksimal dan tepat sasaran.

“Target kita bukan hanya sekadar mengikuti kejuaraan. Kita ingin melihat atlet-atlet yang benar-benar serius, siap dan memiliki kemampuan untuk membawa nama Sulawesi Barat,” demikian poin yang disampaikan Syamsul Samad dalam pertemuan tersebut.

Dengan dukungan KONI Sulbar diharapkan sinergi dengan ESI Sulbar dapat semakin memperkuat pembinaan esports di Sulawesi Barat. Terlebih, esports saat ini telah berkembang menjadi salah satu cabang olahraga yang memiliki basis komunitas dan pengguna yang besar.

Kejuaraan Oktober nantinya diharapkan dapat menjadi salah satu tolok ukur untuk melihat sejauh mana kesiapan atlet esports Sulawesi Barat sekaligus menjadi ruang untuk menjaring talenta-talenta baru.

Dengan adanya atlet yang telah memiliki pengalaman serta sertifikasi nasional dan internasional, ESI Sulbar optimistis esports dapat memberikan kontribusi terhadap prestasi olahraga Sulawesi Barat di masa mendatang.

Pertemuan tersebut juga menjadi langkah awal untuk menyatukan visi antara ESI dan KONI Sulbar dalam menyiapkan atlet berprestasi, dengan harapan pembinaan yang dilakukan saat ini dapat melahirkan atlet esports Sulawesi Barat yang mampu bersaing, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di kancah internasional.

 

You might like

About the Author: Seputar Sulbar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *