BPS Beberkan Bukti Keberhasilan Sulbar Terbaik Se-Sulawesi dalam Turunkan Pengangguran

Seputar Sulbar, Mamuju – Keberhasilan Provinsi Sulawesi Barat meraih penghargaan sebagai daerah terbaik dalam kategori Penurunan Tingkat Pengangguran pada Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Sulawesi mendapat perhatian dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Barat.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung kepada Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam kegiatan yang digelar di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat 29 Mei lalu. Selain penghargaan, Pemerintah Provinsi Sulbar juga memperoleh insentif fiskal sebesar Rp3 miliar atas keberhasilannya.

Kepala BPS Sulawesi Barat, Suri Handayani, mengatakan penghargaan tersebut diberikan berdasarkan penilaian terhadap upaya pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran.

Suri Handayani menilai salah satu langkah yang berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja adalah program padat karya. Ucapanya, Selasa 2 Juni 2026.

Menurutnya, program padat karya menjadi salah satu instrumen penting dalam memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat, terutama bagi kelompok pekerja yang terdampak kondisi tertentu, seperti nelayan saat menghadapi cuaca ekstrem.

Suri juga menegaskan bahwa indikator penurunan pengangguran tidak hanya diukur dari peningkatan pekerja sektor formal. Dalam metodologi ketenagakerjaan, pekerja sektor informal juga masuk dalam kategori penduduk bekerja.

“Kalau bicara pengangguran, kita tidak bisa hanya melihat satu angka. Dunia kerja itu ada sektor formal dan nonformal. Pekerja bebas, pelaku usaha mandiri, hingga UMKM yang tidak memiliki pekerja tetap juga termasuk bekerja dalam sektor nonformal,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa struktur ketenagakerjaan di Indonesia, termasuk Sulawesi Barat, masih didominasi sektor informal sehingga kontribusinya terhadap penurunan pengangguran tidak dapat diabaikan.

Berdasarkan data BPS Sulawesi Barat, kondisi ketenagakerjaan pada Februari 2026 menunjukkan tren yang positif. Jumlah penduduk bekerja mencapai 801,23 ribu orang atau bertambah 36,61 ribu orang dibandingkan Februari 2025.

Sementara itu, jumlah pengangguran turun menjadi 24,20 ribu orang dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 2,93 persen, lebih rendah dibandingkan Februari 2025 yang tercatat 3,17 persen.

Dari total 1,12 juta penduduk usia kerja di Sulawesi Barat, sebanyak 825,43 ribu orang masuk kategori angkatan kerja, sedangkan 293,78 ribu orang tergolong bukan angkatan kerja.

Peningkatan juga terjadi pada Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK). Pada Februari 2026, TPAK Sulbar mencapai 73,75 persen, naik dari 71,81 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. TPAK laki-laki tercatat sebesar 86,29 persen, sedangkan perempuan mencapai 60,87 persen.

Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Sulawesi Barat. Selain itu, sektor perdagangan dan industri pengolahan juga menjadi sektor utama yang menampung tenaga kerja dalam jumlah besar.

Meski pekerja informal masih mendominasi dengan jumlah 575,03 ribu orang atau 71,77 persen dari total pekerja, jumlah pekerja formal juga mengalami peningkatan menjadi 226,20 ribu orang atau 28,23 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Februari 2025 yang tercatat sebanyak 215,40 ribu orang.

BPS juga mencatat peningkatan kualitas pekerjaan. Jumlah pekerja penuh yang bekerja minimal 35 jam per minggu mencapai 411,31 ribu orang atau 51,34 persen dari total pekerja. Sementara pekerja tidak penuh sebanyak 389,92 ribu orang atau 48,66 persen.

Secara keseluruhan, kondisi ketenagakerjaan Sulawesi Barat pada Februari 2026 menunjukkan perbaikan yang ditandai dengan meningkatnya jumlah penduduk bekerja, bertambahnya partisipasi angkatan kerja, menurunnya angka pengangguran, serta meningkatnya jumlah pekerja formal dan pekerja penuh.

Perkembangan tersebut menjadi salah satu indikator positif yang mendukung penghargaan yang diterima Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam kategori penurunan tingkat pengangguran di tingkat regional Sulawesi.

You might like

About the Author: Seputar Sulbar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *